Seringkali kita dihadapkan pada situasi dimana ada banyak urusan dunia yang harus kita kerjakan dan selesaikan dalam tempo yang tak lama. Di sisi lain, ada hal yang ingin kita lakukan terlepas dari kewajiban kita menuntaskan urusan-urusan tadi.

Mana yang lebih penting, kewajiban atau keinginan? Sebagian besar orang mungkin menjawab kewajiban, sebagian kecil mungkin menjawab keinginan. Atau mungkin, ada juga yang bilang bahwa keinginan merupakan kewajiban yang harus dituntaskan.

Dikutip langsung dari maxmanroe.com , secara umum pengertian kewajiban adalah suatu tindakan yang harus dilakukan seseorang sebagai bentuk tanggung jawab atas permasalahan tertentu, baik secara moral maupun hukum.

Kewajiban jika ditinggalkan akan berakibat meruginya suatu pihak tertentu, apapun itu bentuknya. Sementara suatu keinginan, jika tidak terwujud maka tidak akan benar-benar meninggalkan akibat yang signifikan pada pihak manapun.

Dan bicara soal kewajiban maupun keinginan, tentu saja akan berkaitan dengan waktu.

Memang apa sih waktu luang itu?

Dikutip dari datbluegirl.wordpress.com , waktu luang menurut Muhammad Adil Khithab adalah waktu bebas yang oleh seseorang diisi sesuai dengan kegiatan yang dikehendakinya. Lantas pertanyaannya, apakah semua orang itu punya hal yang disebut-sebut sebagai waktu luang ini? Jawaban singkatnya, ya.

Dalam 24 jam kegiatan seseorang, mustahil bila tidak ada yang namanya waktu luang barang sedetikpun. Pasti ada waktu dimana mereka melakukan hal-hal yang mereka inginkan diluar kewajiban rutinitas yang harus mereka penuhi.

Lalu, kapan seseorang memiliki waktu luang ? Jawabannya tergantung pada seberapa sibuk orang tersebut dalam menjalani hidupnya. Namun percayalah, sepadat apapun agenda seseorang, tidak akan mungkin waktunya habis memenuhi kewajiban hingga tak ada sedetikpun waktu luang yang bisa ia dapatkan (terkecuali dalam kasus-kasus tertentu).

Waktu luang itu tidak diciptakan oleh orang lain namun oleh diri kita sendiri.

Pernah tidak dirimu berpikir yang mana yang lebih sering dirimu lakukan antara menunggu waktu luang dan meluangkan waktu? Mungkin secara tidak sadar dirimu pernah melakukan hal tersebut ketika menjalani kehidupan.

Contohnya, pada saat dirimu rindu akan seseorang. Kau akan meluangkan waktumu untuk bertemu dengannya meskipun dirimu sedang sibuk sesibuk-sibuknya. Atau mungkin, pada saat salah satu anggota keluargamu sakit keras dan butuh pertolonganmu. Kau tak mungkin menunggu akan waktu luang untuk membantu mereka, namun kau pasti akan meluangkan waktu untuk menolong mereka. bukankah begitu?

Maka pada hakikatnya, waktu luang itu kita yang menciptakan terlepas dari sebeapa kuat tekanan hidupmu di dunia. Itulah yang dimaksud dengan meluangkan waktu.

Jangan menunggu waktu luang untuk orang-orang tersayang, namun luangkanlah waktu untuk mereka karena tidak ada yang tau kapan waktumu akan berakhir.

Awan, Early November 2019
Posted by:Dzikri Aditya Darmawan

Just a regular person who lost on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *