Entah kenapa aku ini merasa sangat bodoh saat ini. Ada sesuatu yang ingin aku kejar, namun aku malah merasa takut untuk mengejar hal itu. Aku merasa tak memiliki apapun atau siapapun dalam langkahku. Pun begitu, aku tetap harus maju.

Mari sejenak kita kesampingkan keberadaan Tuhan. Bukan tidak mengakui bahwa Ia selalu mengikuti, mengawasi dan memberikan jalan untukku, namun konteksnya kita tak perlu membicarakan kehadiran-Nya karena itu sudah jelas ada dan tak perlu diperdebatkan lagi.

Pada hari ini, aku dihadapkan dengan kenyataan bahwa saat ini aku bukan siapa-siapa. Aku belum jadi orang besar, aku belum jadi tuntunan bagi siapapun, aku belum menjadi panutan bahkan untuk adik-adikku sekalipun. Aku ini masih bocah ingusan yang menyepelekan kerasnya dunia.

Ada orang yang ingin ku kejar, ada impian yang ingin ku gapai, ada hal yang ingin kumiliki. Namun itu semua takkan terwujud begitu saja tanpa adanya langkah segar yang ku ambil tiap harinya. Maka dari itu, inilah saatnya aku benar-benar meletakkan batu-batu impian yang nantinya akan jadi pondasi ku untuk masa depan.

Aku harus bisa menghadapi kenyataan bahwa aku hanya punya kayu dan batu untuk berperang. Aku harus bisa memeras otak agar kayu yang aku pegang bisa jadi sebilah pedang dan batu yang kubawa bisa menjadi bongkahan intan.

Melihat orang lain sudah mencapai bulan, menggali planet mars, bahkan menantang matahari, aku yang tenggelam di tanah bumi ini harus segera keluar dan mulai menunjukkan taringnya. Aku memang tak punya apa-apa, namun bukan berarti dunia akan mencampakkanku begitu saja. Pun seandainya itu terjadi, ingat aku ini adalah bocah ingusan yang menyepelekan kerasnya dunia.

Yah, aku hanya bisa berharap kalau kali ini aku tidak benar-benar sendiri. Layaknya game MMORPG, takkan begitu menyenangkan jika harus mengalahkan seekor naga sendirian.

Anggap saja aku ini karakter dengan level 21, maka aku harus bisa mencari orang dengan level rendah atau setara maupun sedikit lebih tinggi untuk sama-sama berjuang menaklukkan dunia.

Awan, 4 November 2019 – Pikiran malam saat berbaring diatas kasur palembang.
Posted by:Dzikri Aditya Darmawan

Just a regular person who lost on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *