When everything goes wrong, you just gotta ignore it sometime.

Ingat tulisan yang kubuat saat aku patah hati kemarin? Kalimat-kalimat menyedihkan dari seseorang yang mengira sudah mengetahui semuanya. Pada kenyataannya, 2 minggu sudah aku mengalapi drop. Peribahasa usang sedang menimpaku, sudah jatuh tertimpa tangga pula.

Tapi tak mengapa, kondisi itu sangatlah wajar apalagi setelah apa yang aku alami kemarin. Aku takkan menyalahkan siapapun lagi, semua itu sudah terjadi and there’s nothing really i can do about it at this point.

Aku masih tetap pada pendirianku. Namun ada hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian yang menyempatkan diri untuk membaca tulisanku ini. Ya, aku hancur. Tapi bukan berarti aku akan terus-terusan begini.

Masih banyak urusan dunia yang belum aku selesaikan, masih banyak hutang-hutang akhirat yang masih harus aku tunaikan, dan masih banyak hal-hal diluar sana menunggu untuk aku lakukan. Aku tidak bisa terus-terusan terpuruk sedangkan orang lain merasakan suatu kebahagiaan.

Aku harus bangkit. Tentu saja. Dan meh, aku mungkin akan mulai untuk belajar tidak terlalu memperdulikan suatu hal secara berlebihan. Tidak akan ada banyak yang berubah dariku. Aku tetaplah aku. Sang pejuang bodoh yang mencoba melawan dunia.

Aku tidak akan terlalu banyak berekspektasi, namun tetap akan memperjuangkan harapan-harapan kecil.

Apapun yang bisa menjadi semangat bagiku, akan terus aku kejar dan perjuangkan, meskipun itu hanya sebatas hal-hal kecil bahkan dianggap bodoh oleh orang lain. Aku ini tipe orang yang sebenarnya butuh perhatian, merasa sombong hingga perlu untuk diingatkan.

Aku mencoba untuk menjadi sosok yang lebih baik. Aku tidak menampik bahwa aku masih membutuhkan seseorang untuk jadi suatu motivasi. Namun kini, aku akan menitikberatkan banyak hal pada diriku sendiri.

Aku akan menjadi pimpinan, aku harus bisa mengambil keputusan dan menghadapi semua resiko yang ada dengan penuh tanggung jawab. Aku tau, itu sangatlah tidak mudah. Namun bukan berarti suatu hal yang mustahil bagiku.

Soal perasan kemarin, biarkanlah waktu yang menjawab.

Aku tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan. Aku tidak akan membuang perasaan itu begitu saja. Sama seperti yang lain, aku akan memasukan perasaan itu kedalam kotak berlian dan menyimpannya di palung hati.

Aku akan simpan api perasaan yang pernah singgah sampai suatu saat aku benar-benar menemukan sosok yang memang sudah ditakdirkan untukku. Barulah saat itu palung itu akan aku hujani dengan meteor sehingga tidak ada lagi rasa selain untuk diri-Nya dan dirinya.

Bodoh jika aku harus menyiksa diri dengan membiarkan egoku mengontrol perasaanku. Kenapa aku harus merasakan sakit hati ketika aku masih bisa bahagia? Ternyata, ada hal-hal kecil yang bisa membuatku tersenyum lebar ditengah-tengah sakit yang sedang kurasakan.

Mengapa tidak aku fokus saja dengan hal itu? Lebih baik aku tersenyum daripada terus menghujani dunia dengan air mata, bukan?

Me. In the middle of the night.

Biarlah badan ini hancur karena semua kejadian kemarin yang sangat-sangat memukul jiwa dan ragaku. Tapi takkan aku biarkan kewarasan ini untuk hilang begitu saja. Mungkin akan ada beberapa orang yang menganggapku sebagai seorang hipokrit setelah melihat apa yang akan kulakukan kedepannya.

But hey, why would i care. My feelings doesn’t matter for you, remember?

P.S.
Untukmu, maaf jika aku berlebihan akan semua ini. Namun aku berterimakasih padamu karena berkat dirimu, ada sesimpul senyum yang bisa aku nampakkan meski tubuhku ini hancur lebur. Maafkan jika nanti aku terlihat seperti orang gila yang melakukan hal bodoh but trust me, i ain’t that stupid.

P.P.S.
Keep calling me that way, that put a smile on me and it’s really made my day.

Posted by:Dzikri Aditya Darmawan

Just a regular person who lost on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *