Aku sudah berada di titik yang berbeda dalam kehidupan, namun luka yang ada masih sangat segar kurasa. Bukan aku termenung meratapi masa, namun memang hujan tak kunjung reda.

Ingin ku utarakan segala kegundahan yang ada, namun aku sadar kalaupun aku harus bercerita berteriak berkeluh-kesah layak merapi yang mengeluarkan laharnya, takkan membuat hidup ini menjadi lebih mudah.

Selalu ada penyesalan dalam tiap tulisan yang aku buat. Aku selalu berharap aku bisa mulai menulis sesuatu yang memang dirasa ‘berguna’ bagi orang lain. Tapi pada akhirnya, aku hanya mengutuk dunia atas segala sesuatu yang menimpa hidup dan kepalaku. ‘You can’t please everyone’ , i said. Ya, memang itu adanya.

Jadi biarkanlah untuk beberapa waktu kedepan aku masih seperti orang yang gundah gulana. Entah apa yang akan terjadi nanti. Tak bisa ku sembunyikan begitu saja ketika aku terusik akan suatu hal. Haruskah aku mulai berpura-pura akan segala sesuatunya?

Tak banyak yang bisa kuceritakan, aku selalu merasa hidupku ya begini-begini saja. Hmm… terdengar seperti aku ini makhluk yang kurang bersyukur namun sepertinya memang begitu adanya.

Aku hanya berharap, kalau aku tak sanggup mengeluarkan pelangi dalam diri, akan ada yang bisa mewarnai hidupku meski hanya dengan tinta hitam dan putih.

Posted by:Dzikri Aditya Darmawan

Just a regular person who lost on the internet.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *